Surabaya – (27/10) Unit Penunjang Laboratorium Universitas Muhammadiyah Surabaya sudah ketiga kalinya mengadakan pelatihan-pelatihan. Pelatihan kali bertemakan Interpretasi Elektrokardiografi yang diadakan pada hari sabtu dan minggu kemarin. Tepat pukul 08.30 WIB Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. Nur Mukarromah, SKM., M.Kes., memberikan sambutan sekaligus membuka acara pelatihan. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa keterampilan membaca atau menginterpretasi hasil EKG sangat diperlukan. Apalagi sekarang ini salah satu penyakit dengan angka mortilatas tertinggi adalah penyakit-penyakit kardiovaskuler.

Pelatihan ini pun mendatangkan pembicara yang berkompeten dalam bidang menginterpretasikan hasil EKG yaitu Abu Nazmah. Beliau mengatakan bahwa membaca EKG tidak serumit yang dibayangkan. “ sebenarnya membaca hasil EKG sama seperti belajar mengeja abjad. Harus sistematis. Dan yang terpenting kalian harus mengsugesti diri kalian kalau EKG itu gampang” ungkap beliau. Selama ini menurut beberapa peserta menginterpretasikan hasil EKG tidak semudah merekamnya. “ saya beberapa kali mengikuti seminar dan workshop tentang EKG, tapi saya belum bisa menemukan cara mudah menginterpretasikanya. Saya sempat merasa bahwa bidang ini bukan passion saya. Tapi setelah mengikuti pelatihan ini selama 2 hari ternyata menginterpretasikan EKG bisa semudah ini” ujar dwi salah satu peserta pelatihan yang mendapatkan predikat peserta terbaik. Memiliki kelebihan dapat menginterpretasikan hasil EKG merupakan modal yang cukup baik untuk pekerjaan apalagi perawat merupakan tenaga medis yang 24 jam bersama pasien. Saat keadaan gawat darurat hal ini akan cukup membantu. Seperti yang telah disampaikan Bapak Agung Wijaya, S.Kep,Ns selaku kepala Unit Penunjang Laboratorium sekaligus ketua pelaksanaan pelatihan dalam penutupan acara pelatihan bahwa, dengan adanya pelatihan seperti ini diharapkan kedepannya akan semakin banyak perawat yang tidak hanya pintar merekam EKG tapi juga pintar menginterpretasikannya. 

Leave a Comment