Dengan melimpahnya sumber pendanaan dari institusi atau lembaga donor baik dalam negeri maupun luar negeri, belum berbanding lurus dengan penyerapan hibah dana khususnya dari institusi luar negeri. Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) bekerjasama dengan Taipei Medical University, Taiwan ingin memberikan sumbangan pemikiran bagaimana para peneliti bisa mendapatkan pendanaan penelitian dan beasiswa studi luar negeri. Acara yang dilakukan pada Rabu, 22 November 2017 di Aula Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur merupakan bagian dari internasionalisasi kampus.

Taipei Medical University, Taiwan dalam rangkaian roadshow di Indonesia memilih Universitas Muhammadiyah Surabaya sebagai salah satu venue untuk dilaksanakannya seminar tentang “International Research Grant and Scholarship” dan juga wawancara kandidat Master dan PhD yang ingin melanjutkan studi ke Taiwan. Dalam acara ini dihadiri sebanyak 200 peserta seminar, 70 orang peserta wawancara S2, sebanyak 75 orang peserta wawancara S3, rata-rata peserta berasal dari luar Surabaya dan bahkan luar provinsi. Hal ini tentu merupakan wujud kepercayaan institusi luar negeri pada universitas Muhammadiyah Surabaya yang telah memiliki kiprah panjang dalam bidang pendidikan. 

Dr. Mundakir, M.Kep, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan,  Universitas Muhammadiyah Surabaya menyampaikan bahwa “Kegiatan seminar ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah kami lakukan sebelumnya, disamping itu kami meyakini bahwa penelitian dan continuing education sebagai salah satu tulang punggung perguruan tinggi adalah keniscayaan yang harus menerus dijalankan sebagai bentuk pengembangan institusi pendidikan. Dengan jejaring penelitian dan  continuing education internasional diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas proses pembelajaran di perguruan tinggi.” 

Shu wei Chen dari International Students Section Office of Global Engagement, Taipei Medical University, Taiwan  berharap “ roadshow yang  kami lakukan di Universitas Muhammadiyah Surabaya bisa meningkatkan kerjasama yang telah dijalin oleh kedua institusi dapat dikembangkan dalam bentuk berbagai kegiatan semisal: pertukaran mahasiswa, dosen, pelatihan, penelitian kolaboratif, publikasi internasional dan beasiswa”

Leave a Comment