Pertengahan tahun selalu identik dengan masa orientasi mahasiswa yang dilakukan pada awal masa kuliah. Namun tahun ini sedikit berbeda dan agaknya masa orientasi sebagaimana biasanya tak dapat dijalankan. Tak terkecuali masa orientasi Fakultas Ilmu Kesehatan UMSurabaya.  Pada tanggal 27-28 Agustus 2020, Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya mengadakan kegiatan Orientasi Dinamika Fakultas (ORDIF) dengan tema “Membangun Karakter Mahasiwa Yang Bermoral, Kreatif Dan Berjiwa Inovatif Di Era Pandemi” secara daring melalui Zoom meeting. 

Kegiatan yang dilaksanakan oleh senat Mahasiswa ini diikuti oleh 321 mahasiswa/i baru dari program studi S1 Keperawatan, S1 Kebidanan, S1 Farmasi, S1 Fisioterapi, D4 Analis Kesehatan, D3 Analis Kesehatan, D3 Keperawatan. Sebanyak 321  mahasiswa/i mengikutinya ORDIF dari tempat masing-masing.

Kegiatan ORDIF di hari pertama diawali dengan pembukaan ORDIF oleh Dr. Mundakir, S.Kep.,Ns.,M.Kep. (Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UM Surabaya). Beliau menyampaikan bahwa Kunci Sukses untuk mahasiswa baru yakni 2B x 2S = S,  2B (Bermimpi,Berproses ) × (sungguh-sungguh, sabar) = Sukses”. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan civitas akademika FIK UMSurabaya.

Hari pertama dimulai dengan materi mengenai ketentuan umum program pendidikan di bidang kesehatan dan pengenalan program inovasi mahasiswa oleh Dr. Pipit Festy W, SKM, M.Kes selaku wakil dekan I. Kemudian penjelasan tentang ketentuan keuangan dan penggunaan sarana/ fasilitas oleh Suyatno Hadi S, S.Kep, Ns, M.Ked.Trop selaku wadek II. Hari pertama ditutup dengan materi  program ISEP yang disampaikan oleh Yuanita Wulandari. S. Kep. Ns., MS.

Kegiatan di hari kedua di mulai dengan materi  peran organisasi profesi oleh organisasi profesi antar prodi ( IBI, Patelki, PPNI, IAI, IFI ). Dilanjut Pengenalan organisasi prodi, etika mahasiswa dalam pembelajaran online dan offline oleh kaprodi masing-masing . Model pembelajaran dan evaluasi di kelas, lab dan klinik oleh seprodi masing-masing. Penghujung acara ORDIF senat mahasiswa mengadakan talkshow dengan narasumber Dr. Tirta Mandira Hudhi. Kehadirkan dokter tirta diharapkan dapat menginfluence mahasiwa baru “karena sebagai calon nakes tidak hanya butuh penguasaan keilmuan profesi tapi membutuhkan skill lain seperti komunikasi dan wirausahawan” ucap vika selaku moderator talkshow.

“Ada banyak puluhan ribu orang yg ingin masuk di fakultas ilmu kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, tapi tuhan belum mengizinkan. Ada banyak ratusan ribu kasat mata orang tua yang menangis hanya karena anaknya yang tidak bisa mengenyam dunia pendidikan, tapi, tuhan belum mengabulkan.  4 tahun kurang lebih anda akan berpetualang d kampus ini, maka, ikuti banyak kegiatan, karena dunia mahasiswa amat berbeda dngan dunia siswa dan masyarakat pada umumnya. Oleh karenanya, jangan menyia-nyiakan kesempatan, kita hanya bisa melakukan, tuhanlah yang menakdirkan” Ujar Wahyudi Ketua gubernur FIK UM Surabaya dalam sambutannya.

Leave a Comment