Lansia merupakan istilah tahap akhir dari proses penuaan yang ditandai dengan penurunan kemampuan berbagai organ, fungsi dan sistem tubuh. Perubahan inilah yang dapat memicu terjadinya nyeri dan muncul gangguan keseimbangan sehingga resiko jatuh dan timbulnya nyeri meningkat pada lansia.

Hari Sabtu 29 Mei 2021 bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2021. Di hari Lansia   menjadi momen yang tepat bagi prodi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya yang merupakan kegiatan catur dharma perguruan tinggi di prodi tersebut yaitu kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan Pengabadian masyarakat ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan yang disebut dengan Program Sahabat Keluarga (SAGA)

Kegiatan ini dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Jl. DR. Soetomo No. 26, Kec. Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan dimulai dengan ceremonial peringatan HLUN oleh Pemprov Jatim secara daring, yang dihadiri oleh Gubernur Jawa timur, Ibu Dra. Khofifah Indar  Parawansa, M.Si., secara daring. Selanjutnya kegiatan peringatan Hari Lansia ini diisi dengan kegiatan senam taichi, latihan stabilitas ankle dan kaki, terapi latihan stabilisasi postur, dan terapi latihan stimulasi sensori kaki.

Menurut Ibu Dr. Nur Mukarromah, SKM., M.Kes., selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya menyampaikan bahwa program pengabdian yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Kesehatan yang diberi nama SAGA (Sahabat Keluarga) dilaksanakan secara rutin dengan harapan Fakultas iLmu Kesehatan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat pada hal ini khusunya lansia di Panti Sosial Tresna Werdha. Pada sela-sela acara, seluruh dosen dan mahasiswa prodi S1 Fisioterapi UM Surabaya ikut berpartisipasi memberikan edukasi kepada lansia di panti tersebut dengan memberikan treatment fisioterapi sesuai dengan kompetensi masing-masing.

Tema besar pengabdian masyarakat kali ini adalah terapi latihan bebas nyeri dan mengurangi risiko jatuh pada lansia. Tema tersebut dipilih karena penyebab cidera dan trauma fisik pada lansia adalah karena timbulnya rasa nyeri terutama pada sendi-sendi tengah tubuh dan ekstremitas bawah, dan menurunnya fungsi keseimbangan. Hasil studi kasus di Panti Werdha menunjukkan Insiden jatuh sekitar 60% lansia dari 39 penghuni. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan dan intervensi terapi latihan fisioterapi pada permasalahan di atas. Terapi latihan sangat diperlukan agar lansia tetap aktif bergerak meskipun usia semakin bertambah, serta untuk mencegah komplikasi akibat tirah baring dan kurang aktif bergerak.

Kepala Panti Sosial Tresna Werdha menuturkan kegiatan seperti ini sangat tepat sekali diberikan untuk para lansia, karena resiko jatuh sangat tinggi pada lansia. Layanan fisioterapi sangat diperlukan di panti werdha karena hampir semua panti werdha belum memiliki layanan fisioterapi. Dari sekian panti werdha dibawah naungan Dinsos Jawa Timur hanya UPT Pandaan saja yang sudah bekerjasama dengan fisioterapi untuk kegiatan screening dan pelayanan lansia. Semoga kerja sama ini dapat terus berlanjut.

Kegiatan yang berlangsung selama +2 jam ini diikuti oleh 110 lansia pada panti ini. Seorang lansia mengatakan “ kami merasa senang karena kami diajarkan latihan-latihan supaya tidak sakit dan tidak kaku. (khb)