Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh tanggal 29 Juni 2022, Prodi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Fakultas Ilmu Kesehatan UMSurabaya bersama Puskesmas Tanah Kali Kedinding mengadakan kegiatan pelatihan pijat bayi dan edukasi pola makan, pola asuh dan sanitasi sebagai upaya peningkatan perilaku pencegahan stunting. Kegiatan ini dilakukan di Balai RW 2 Kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya yang diikuti oleh 25 kader kesehatan perwakilan dari setiap posyandu dan 25 keluarga balita dana anakstunting. 

Dr. Nur Mukarromah, S.KM., M.Kes selaku Dekan FIK UMSurabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini bersinergi dengan Tema Hari Keluarga Nasional tahun 2022 yaitu Ayo cegah stunting, agar keluarga bebas stunting. “Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia.  Risiko dari stunting harus diwaspadai karena akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan balita baik untuk saat ini maupun jangka panjang” . Ibu Nur menjelaskan bahwa dosen dan mahasiswa Prodi S.1 Kebidanan FIK UMSurabaya mempunyai tanggung jawab dalan mencegah stunting. Harapannya dengan diberikan pelatihan terapi komplementer pijat bayi bagi kader kesehatan, selanjutnya dapat memberikan edukasi dan pendampingan pada ibu yang memiliki balita sehat dan balita stunting, agar dapat menerapkan terapi pijat bayi secara benar dan mendapatkan salah satu manfaat pijat bayi yaitu dapat meningkatkan nafsu makan pada balita stunting sehingga kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi. 

Acara ini dibuka langsung oleh dr. Daniek Suryaningdiah sebagai plt. Kepala Puskesmas Tanah Kali Kedinding, dalam sambutannya beliau menyampaikan harapannya masalah stunting dapat teratasi dengan baik. Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan keluarga yang memiliki balita stunting juga sadar untuk menerapkan pijat bayi, pola hidup sehat, lingkungan bersih dan pemeriksaan rutin. 

Kaprodi S1 Kebidanan FIK UMSurabaya Umi Ma’rifah., S.ST, M.Kes juga mengatakan selain meningkatkan nafsu makan, pijat bayi juga dapat meningkatkan ikatan kasih sayang orang tua dan balita sehingga kebutuhan kasih sayang dan pola asuh pada balita stunting terpenuhi dengan baik. Besarnya peran orang tua adalah kunci utama agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal agar keluarga bebas dari stunting.

Peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, dan mengatakan kegiatan semacam ini belum pernah mereka dapatkan selama ini. Dengan adanya kegiatan ini kader dan keluarga balita stunting memiliki tambahan pengetahuan baru untuk meningkatkan keterampilan dalam mencegah dan mengatasi stunting.