Kamis, 12 November 2015 merupakan Hari Kesehatan Nasional yang ke 51 yang diperingati setiap tahun oleh bangsa kita ini. Pada hari ini tentu menjadi peringatan sekaligus meng-evaluasi sistem kesehatan di Indonesia, mulai dari permasalahan terkait pelayanan kesehatan bahkan program- program kesehatan terkait kesehatan pada anak yang selama ini menjadi perbincangan di berbagai media cetak maupun elektronik.

Seseorang anak yang mengalami mental retardasi dalam hal komunikasi mengalami kesulitan karena perbendaharaan kata yang terbatas, mereka mengalami kesulitan (handicap) dalam kemampuan untuk membaca, berhitung serta untuk menulis. Dalam hal ini mereka juga mengalami kesulitan dalam bertingkah laku yang sesuai dengan usianya, dan mereka lebih memilih anak-anak yang usianya lebih rendah dari dirinya sebagai temannya. Mereka juga sukar sekali menerima interaksi dengan teman se-usianya, demikian juga interaksi yang terbatas dengan teman lawan jenisnya kelaminnya. Diketemukan pula sifat yang akan sangat merugikan dirinya, seperti mudah dipengaruhi dan ingin sekali menyenangkan orang lain.

Keluarga dengan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan ekonomi dalam merawat anggota keluarga dengan retardasi mental menjadi suatu masalah yang perlu diperhatikan. Keterbatasan pengetahuan dalam merawat anak dengan retardasi mental akan menghambat perkembangannya. Anak dengan retardasi mental justru membutuhkan perawatan khusus agar mengalami peningkatan dalam hal kemampuan kognitif. Semakin banyaknya sekolah-sekolah luar biasa justru berbanding lurus dengan biaya yang harus dikeluarkan untukdapat menyekolahkan anak-anak dengan retardasi mental. Hal ini dapat menjadi hambatan bagi keluarga yang mempunyai kemampuan ekonomi yang rendah, maka dalamhal ini anak retardasi mental sangat minim mendapatkan sebuah media pembelajaran guna untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangannya.  

Oleh karena itu di Hari Kesehatan Nasional ini Fakutas Ilmu Kesehatan memberikan kado produk untuk anak yang didaur ulang Coklat dari bekas tempat telur untuk melatih berhitung anak retardasi mental, boneka tangan dari sisa  kain untuk membantu aktivitas sehari- hari anak guna untuk mencari solusi bagaimana anak dengan retardasi mental masih bisa mendapatkan sebuah metode pembelajaran ditengah krisis ekonomi keluarganya.

Ira  Purnamasari Mahasiswa S1 Keperawatan menjelaskan bahwa temuanya merupakan bentuk solidaritas yang kontributif. Keprihatinannya kepada anak- anak yang mengalami retardasi mental dan yang keluarga yang tidak mampu sehingga bisa memnfaatkan barang-barang bekas yang tepat guna.

Mundakir, S.Kep.,M.Kep, sebagai dosen pembimbing sekaligus Wakil Dekan 1 FIK UMSurabaya mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswanya. Ditengah negara yang mengalami persoalan dibidang kesehatan, mahasiswa-mahasiswanya mempunyai rasa empati yang tinggi. Empatinya tidak hanya berupa ujaran akan tetapi saran yang kontributif untuk anak- anak yang mengalami retardasi mental.

Selain itu, Fakultas ilmu kesehatan juga melakukan kegiatan kuliah tamu yang mendatangkan pemateri dari National Cheng Kung University Professor. Miofen Yen, PhD,RN,FAAN. Materi yang akan dipresentasikan akan banyak membahas mengenai bagaimana menjadi mahasiswa yang memiliki kemampuan leadership dan manajerial yang baik yang di dalamnya harus terdapat sebuah kemampuan dalam berkreativitas dan berinovasi yang tinggi. Dalam acara tersebut juga akan dibuka pendaftaran bagi mahasiswa yang berkeinginan untuk studi lanjut dengan bantuan beasiswa bagi mereka yang mampumengasilkan produk ilmiah dalam bidang kesehatan dan juga beasiswa dari pemerintahan setempat. *Humas FIK

Leave a Comment