Berita dan Pengumuman
FIK UMSura Selenggarakan Pelatihan Preceptorship: Tingkatkan Kualitas Pembimbingan Klinik Tenaga Kesehatan
- Di Publikasikan Pada: 16 Feb 2026
- Oleh: Admin FIK

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya sukses menyelenggarakan pelatihan preceptorship dan clinical instructor bertema "Beyond Expertise: Transformasi Praktisi menjadi Preceptor Berdampak" yang dimulai pada tanggal 11 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid yaitu online dan offline yang diikuti oleh preceptor dari berbagai institusi kesehatan termasuk Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit, dan Panti Asuhan dengan berbagai bidang keilmuan yaitu keperawatan, kebidanan, teknologi laboratorium medis, dan fisioterapi, yang memiliki peran strategis dalam membimbing mahasiswa praktik di lahan.
Dalam sambutan pembukaan, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep, menekankan pentingnya peran preceptor dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional. "Preceptor bukan hanya pengajar, tetapi juga role model bagi mahasiswa di lahan praktik. Kualitas pembimbingan klinik akan sangat menentukan kualitas lulusan kita. Melalui pelatihan ini, kami berharap para preceptor dapat mentransformasi keahlian mereka menjadi dampak nyata dalam membentuk karakter dan kompetensi calon tenaga kesehatan yang unggul dan berakhlak mulia," ujar Prof. Mundakir. Rektor juga mengapresiasi komitmen para preceptor dari berbagai institusi kesehatan yang telah bersedia meluangkan waktu untuk meningkatkan kapasitas diri demi kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten yang menyampaikan materi strategis. Dr. Azizah Khoiriyati, Ns., M.Kep membawakan materi tentang Kurikulum Pendidikan Klinik Berbasis OBE serta Etik dan Aspek Legal Pembimbingan Klinik di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Sementara itu, Dr. Nuh Huda, S.Kep.Ns., M.Kep., Sp.KMB menyampaikan materi Standar Quality and Safety Clinical Education. Selain itu, materi juga disampaikan oleh pemateri dari masing-masing program studi FIK UM Surabaya, yaitu Dr. Azizah Khoiriyati, Ns., M.Kep dari Program Studi Keperawatan, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH dari Program Studi Kebidanan, Luki Herli Purniawan, S.ST., M.S dari Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, dan Andung Maheswara Rakasiwi, S.St.Ft., M.Fis dari Program Studi Fisioterapi. Topik yang dibahas meliputi Konsep Dasar Bimbingan Klinik, Metode Pembelajaran Klinik, Metode Evaluasi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, serta Program Preceptorship dan Mentorship.
Selain penyampaian materi oleh narasumber, kegiatan ini juga mensimulasikan dan roleplay model pembelajaran preceptorship yang mencakup metode Orientasi, BST (Bedside Teaching), DOPS (Direct Observation of Procedural Skills), Mini-CEX (Mini Clinical Evaluation Exercise), Presus (Presentasi Kasus), dan Presjur (Presentasi Jurnal) sesuai dengan teori yang sudah disampaikan oleh narasumber. Sesi praktik ini dirancang agar para preceptor dapat langsung menerapkan metode-metode pembelajaran klinik yang efektif dan terstandar dalam pembimbingan mahasiswa ketika di lahan praktik.
Dalam penutupan acara, Dekan FIK Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dr. Dede Nasrullah, S.Kep., Ns., M.Kep, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif selama dua hari pelatihan. "Pelatihan ini adalah langkah konkret kami dalam memperkuat ekosistem pendidikan kesehatan. Preceptor yang berdampak adalah mereka yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga mampu menginspirasi, membimbing dengan hati, dan mengintegrasikan nilai-nilai etika dalam setiap proses pembelajaran. Kami yakin, dengan bekal yang didapatkan hari ini, para preceptor akan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi mahasiswa. Dekan juga menegaskan komitmen FIK UMSURA untuk terus menjalin kolaborasi erat dengan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan Masyarakat sehinga lulusan dari mahasiswa FIK UMSura dapat berdaya saing global.